Dari Riuhnya Panggung MICE Menuju Ketenangan Tanah Suci: Cerita di Balik Keputusan CMK Grup Mengakuisisi Shafa Mau
SOLO – Jika Anda membayangkan sebuah proses akuisisi perusahaan selalu terjadi di ruang rapat bertingkat tinggi di kawasan Sudirman Jakarta, lengkap dengan jas formal dan nuansa kaku, maka Anda harus melihat momen yang satu ini. Pada Februari 2025 silam, sebuah langkah bisnis besar justru diresmikan di sebuah ruang tamu yang hangat dan bersahaja di kota Solo, Jawa Tengah.
Di atas meja kayu sederhana itulah, kesepakatan diteken. Citra Mandiri Kreatif (CMK) Grup secara resmi mengakuisisi PT Salam Shafa Wisata, atau yang kini akrab dikenal luas dengan nama Shafa Mau.
Langkah ini sontak memicu perbincangan menarik di kalangan pelaku industri. Pasalnya, CMK Grup selama ini dikenal sebagai pemain berpengalaman di industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dengan lini bisnis mereka yang menangani hiruk-pikuk event nasional, membangun backdrop megah, hingga merancang booth pameran berteknologi tinggi untuk BUMN. Lalu, mengapa tiba-tiba melompat ke bisnis perjalanan ibadah Umrah?
Melintas Batas: Beda Medan, Beda Tantangan
Memasuki bisnis wisata religi tentu bukan sekadar melebarkan sayap demi cuan. Manajemen CMK Grup sadar betul bahwa tantangan di bisnis MICE dan perjalanan Umrah bagaikan bumi dan langit.
Dalam industri MICE, tantangan utamanya adalah benda fisik dan tenggat waktu. Tim terbiasa berpacu membangun struktur pameran dalam 24 jam dan memastikan lampu panggung menyala sempurna. Pekerjaannya sangat presisi, teknis, dan berbasis pada kepuasan visual klien korporat.
Sebaliknya, bisnis Umrah (Shafa Mau) berurusan dengan hal yang jauh lebih rapuh dan bernilai: Manusia dan Spiritualitas. Tantangan di sini bukan lagi soal kayu dan besi, melainkan bagaimana mengelola emosi jamaah, menjaga kesehatan fisik jamaah di tengah perbedaan cuaca Arab Saudi, hingga memastikan setiap rukun ibadah dijalankan dengan sempurna. Ini bukan lagi soal kontrak kerja, melainkan tentang menjaga amanah dan titipan doa tamu Allah.
Meramu Disiplin MICE dengan Ketulusan Pelayanan
Lantas, apa yang membuat CMK Grup begitu yakin mengambil langkah berani ini? Jawabannya ada pada kata "Sinergi Logistik dan Rasa".
CMK Grup melihat bahwa titik lemah banyak biro perjalanan Umrah di Indonesia sering kali terletak pada manajemen operasional dan logistik yang berantakan-mulai dari koper yang tertukar, jadwal yang molor, hingga miskomunikasi hotel. Di sinilah "otot" MICE milik CMK Grup bermain. Pengalaman bertahun-tahun mengatur detail event skala nasional diterapkan untuk merapikan manajemen logistik Shafa Mau.
Hasilnya? Sebuah perpaduan yang pas. Ketepatan waktu dan disiplin ala event organizer digabungkan dengan sentuhan pelayanan prima yang humanis ala anak EO. Maka lahirlah Brand Shafa Mau dengan tagline Mudah Amanah Ukhuwah.
Akuisisi yang Mengubah Paradigma
Momen penandatanganan di Solo pada Februari 2025 itu menjadi tonggak sejarah bahwa ekspansi korporasi bisa dilakukan dengan cara yang sangat kekeluargaan. Kesepakatan itu tidak hanya memindahkan kepemilikan saham, tetapi juga menyatukan dua napas yang berbeda menjadi satu tujuan baru.
Kini, melalui Shafa Mau, CMK Grup telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya ahli dalam membangun panggung fisik yang megah di tanah air, tetapi juga mampu mengantarkan langkah Jamaah menuju panggung spiritual tertinggi mereka di Tanah Suci dengan aman dan nyaman.




